Selama ini kita selalu menganggap bahwa orang yang kelainan mental itu orang gila. Tapi ternyata kelainan mental itu bukan saja di dominasi oleh orang gila atau sering disebut dengan tidak waras. Orang-orang yang kelihatan normal di kehidupan nya sehari-hari ternyata bisa juga menderita kelainan jiwa. Lalu apa saja kelainan mental yang diderita tetapi jarang terlihat oleh orang-orang sekitarnya?
Nah, berikut ini adalah 10 kelainan jiwa atau dikenal dengan sebutan up normal yang bisa saja diderita oleh teman-teman disekitar kita tanpa kita sadari.
1. Cartacoethes yaitu tekanan yang tidak bisa dikendalikan untuk melihat peta dimana-mana
Otak manusia punya kemampuan (yang cukup cepat tentunya) untuk mengenal wajah di mana saja, tapi kemampuan ini bisa berubah pada sebuah mania aneh yang biasa disebut cartocacoethes: tekanan yang tidak bisa dikendalikan untuk melihat peta dimana-mana, bahkan pada makanan seperti makanan milanesa (sejenis daging) dari Argentina yang mirip gambar peta.
2. Gamomania yaitu obsesi mengajukan pernikahan
Gamomania bisa dideskripsikan sebagai obsesi aneh yang mengajak orang untuk menikah atau mengajukan pernikahan ke orang-orang berbeda pada waktu yang sama, yang dalam banyak kasus mengakibatkan poligami.
3. Onomatomania yaitu rangsangan untuk mengulang beberapa kata
Ini adalah obsesi mengulang kata-kata khusus karena kata-kata itu mengganggu pikiran penderita.
4. Climomania yaitu keinginan berlebihan berada di kasur
Kelainan ini, nggak ada masalah sebenernya mau tidur-tiduran lama, apalagi kalau sakit. Buat Clinomaniac (penderita climomania), keinginan untuk berada di kasur terlalu berlebihan dan bisa sampai seharian, terutama kalau cuaca dingin. Climomania berasal dari bahasa Yunani yang artinya obsesi tidur. Dengan kata lain, mania ini artinya cinta pada kasur, bantal dan selimut.
5. Demonomania yaitu percaya digentayangi roh jahat
Ada banyak film dan buku horor yang sangat menyeramkan. Melihat film seperti itu secara alami bisa membuat si penonton takut dengan beberapa orang. Dan biasanya di saat orang takut, mania mulai merasuk. Jika berurusan dengan setan (demon), bisa jadi orang itu menderita demonomania, kondisi psikis yang percaya dirinya diikuti setan. Dan saat seseorang berpikir dirinya digentayangi, dia mulai benar-benar percaya ada setan di dekatnya.
6. Enosimania yaitu terus-terusan merasa bersalah
Enosimania adalah tekanan untuk berpikir diri seseorang telah melakukan kesalahan atau dikritik yang tidak bisa dimaafkan, dikenal juga dengan beberapa nama lain seperti Enissophobia, Enosiophobia, ‘takut melakukan kesalahan besar’ dan ‘takut kritikan’. Gejalanya biasanya napas pendek dan cepat, detakan jantung tak menentu, berkeringat, muak, dan tentunya ketakutan yang besar.
7. Trichotillomania yaitu rangsangan menarik rambut sendiri
Trichotillomania, atau lebih dikenal dengan sebutan ‘trich’, adalah kelainan gerakan reflek dalam bentuk penyiksaan diri yang ditunjukkan dengan berulang kali menarik rambut, bulu mata, bulu hidung, alis atau rambut lain, kadang-kadang menyebabkan kebotakan.
8. Ablutomania yaitu mania mencuci tubuh
Mencuci tangan setelah dari toilet bukan masalah, tapi mencuci tangan setelah beberapa detik bisa jadi masalah. Penderita abutomania biasanya sangat ketakutan dengan kotor. Padahal berani kotor itu baik, kan?
Orang yang mengalami ablutomania ini biasanya sering bolak balik ke toilet untuk mencuci tangannya. Dia akan selalu merasa tidak nyaman jika tidak mencuci tangannya.
9. Aboulomania yaitu sering ragu-ragu
Kita tentu pernah mengalami situasi dimana kita sulit membuat pilihan, tapi bayangkan jika kita tidak bisa membuat keputusan yang bahkan sangat sederhana, hidup seperti tak tertahankan. Aboulomania bisa didefinisikan sebagai penyakit keraguan atau ketidakmampuan seseorang untuk memutuskan masalah apapun.
10. Doromania yaitu obsesi memberi hadiah
Banyak orang yang suka memberi hadiah. Dan sebagian besar orang akan senang dengan obesesi seperti itu. Doromania adalah dorongan atau kesenangan tidak normal untuk memberi hadiah. Penderitanya terobsesi memilih dan memberi hadiah, tapi bukan untuk tujuan baik atau karena mereka sangat dermawan. Melainkan karena hal lain yang lebih kompleks.
Nah, itulah kelainan-kelainan mental yang tidak diketahui oleh sekitarnya. Apakah anda pernah menemukan kelainan tersebut??
Mudah-mudahan kita tidak termasuk dalam kategori itu. Aamiin…..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar